Dzaloe Alkambilanie's Blog
Semoga bermanfaat bagi kita semua, demi membangun kualitas diri yang lebih baik lagi, tetap semangat perang belum selesai.

Jul
03



Sebuah ceramah yang luar biasa dari Steve Job – tentang perjalanan dan perjuangan hidupnya, jatuh bangunnya dari kehidupan.
semoga dapat memberikan motivasi dan renungan yang bermanfaat bagi kita semua.

Berikut ceramahnya :

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah.

Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup
saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah.

Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir.

Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan
saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya.

Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran ingin bayi perempuan.

Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang:
“kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?

Mereka menjawab: “Tentu saja.”

Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA.

Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi.
Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi. Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah.

Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya
dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya.

Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya.

Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka.

Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik.

Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.

Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya.

Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.

Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya.

Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh
penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat
indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya
memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang
pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik.

Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.

Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah.

Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang.

Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir,
jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
  蜉

Cerita Kedua Saya:Cinta dan Kehilangan.

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun.

Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan.

Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30.

Dan saya dipecat.

Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi.

Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya.

Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar.
Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan.

Komisaris ternyata berpihak padanya.
Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.

Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.

Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan.

Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya.

Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.

Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya.

Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta.
Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.

Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya.

Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.

Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya.

Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia.

Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi
jantung bagi kebangkitan kembali Apple.

Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.

Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan.

Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai.

Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup
Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai.

Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah.
Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya.

Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya.

Jadi, teruslah mencari sampai ketemu.
Jangan berhenti.

Jun
03

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Allah memiliki berbagai perintah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya, memiliki takdir berupa musibah dan ‘aib (maksiat) yang ditetapkan atas para hamba-Nya, memiliki nikmat yang diberikan kepada mereka.” Bentuk penghambaan terkait perintah-Nya adalah dengan melaksanakannya secara ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terkait dengan larangan-Nya, yaitu dengan menjauhinya karena takut dan cinta kepada-Nya, karena mengagungkan-Nya.

Seluruh kebaikan berasal dari-Nya, seluruh keburukan berasal dari hamba. Dia memperlihatkan kasih sayang kepada hamba dengan mencurahkan nikmat kepada mereka, adapun hamba-Nya memperlihatkan kebencian kepada-Nya dengan bermaksiat kepada-Nya. Dia membimbing hamba-Nya, adapun hamba, dia curang kepada-Nya ketika berinteraksi dengan-Nya.

Rumusan Masalah
Pengertian hak dan kewajiban seorang hamba terhadap Rabb-nya dan bentuk Penghambaan Terhadap-Nya
Larangan Menyekutukan Allah
Balasan Allah terhadap hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya
Tujuan Penulis
Agar dapat memahami dan mengerti akan hak dan kewajiban seorang hamba terhadap Rabb-nya dan memahami bentuk penghambaan terhadap Allah.
Agar dapat mengetahui balasan Allah untuk hamba-Nya yang menyekutukan-Nya.
Agar dapat mengetahui balasan Allah terhadap hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya.

BAB II

PEMBAHASAN

Sebelum pemakalah mengulas tema yang akan pemakalah uraikan, mari kita tengok sabda Rasulullah SAW., yang terkait dengan tema yang akan di ulas “Hak Allah dan Hambanya” yaitu;

فاٍ نّ حقّ الله على العباد ان يعبدوه ولايشرك به شيأ وحقّ العباد على الله ان لايعذّ ب من لا يشرك به

Artinya : maka sesungguhnya hak allah terhadap hambanya adalah agar menyembahnya dan tidak menyekutukannya akan sesuatu. Sedangkan hak para hamba dari allh ialah dia tidak akan menyiksanya terhadap mereka yang tidak menyekutukan nya akan sesuatu. (HR.bukhori muslim).[1]

Itulah sebuah hadis dari rasulallah yang diriwayatkan oleh syehkhoni (bukhori- muslim) tentang hak allah dan hambanya setelah kita dapat mengetahui akan hadis tersebut sekiranya pemakalah ingin membas atau menguaraikan akan pengertian hak dan kewajiban.

Definisi Hak dan Kewajiban

Perkataan hak mempunyai bermacam-macam arti. Dalam Ilmu Akhlak yang dimaksud “Hak” ialah sesuatu yang dipunyai oleh seseorang atau kelompok orang. Hak yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok orang itu dapat berupa benda atau wewenang melakukan sesuatu.hak juga dapat diartikan wewenang atau kekuasaan yanng secara etis seseorang dapat mengerjakan, memiliki, meninggalkan, mempergunakan atau menuntut sesuatu. sedangkan yang dimaksud “Kewajiban” ialah apa yang harus dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang kepada orang lain atau kelompok orang lainnya. Ahmad Amin mengatakan : “Ma lil insan yusamma haqqan, Wama ‘alaihi yusamma wajiban”. Apa yang dipunyai oleh seseorang dinamakan Hak, dan apa yang harus diperbuat oleh seseorang kepada orang lain dinamakan Kewajiban. Dalam redaksi lain, “Al-haqqu ma laka, wal wajib ma ‘alaika”.Hak ialah yang engkau punyai, dan kewajiban ialah apa yang engkau harus lakukan (kepada orang lain).

Sebagian ulama menjelaskan yang dimaksud kewajiban ialah “perbuatan akhlak yang ditimbulkan atau digerakan oleh hati nurani”. Dalam bahasa arab. seperti ditulis oleh Ahmad Amin, “al-‘amal al-akhlaqi alladzi yab’atsu ‘alal ityani bihi al-dhamir”. Perlu diberikan catatan bahwa pengertian kewajiban atau wajib menurut akhlak berbeda dengan pengertian wajib menurut ilmu fiqh. Kewajiban menurut akhlak mengandung arti segala sesuatu yang dipandang baik oleh hati nurani, mencakup segala sesuatu yang wajib maupun yang sunnah hukumnya menurut kategori hukum dalam ilmu fiqh.

Hak dan Kewajiban merupakan dua hal yang saling berkaitan. Oleh karena hak itu merupakan wewenag dan bukan kekuatan, maka ia merupakan tuntutan, dan terhadap orang lain hak itu menimbulkan kewajiban, yaitu kewajiban menghormati terlaksananya hak hak orang lain. Dengan cara demikian orang lain pun akan berbuat yang sama pada dirinya. Jika seseorang mempunyai hak, misalnya hak memiliki sebuah rumah atau sebidang tanah, maka wajib bagi orang lain menghormati hak itu. Demikian pula wajib bagi yang memiliki hak mempergunakan haknya untuk kebaikan dirinya dan kebaikan orang banyak. Jadi ada dua kewajiban : pertama, kewajiban yang dibebankan kepada yang memiliki hak; kedua, kewajiban yang dibebankan kepada orang lain.

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Perkara yang wajib dilakukan oleh setiap hamba di dalam menjalani agamanya yaitu mengikuti apa yang dikatakan oleh Allah ta’ala dan apa yang dikatakan oleh Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam serta ajaran para khalifah yang terbimbing dan mendapatkan hidayah sesudah beliau; yaitu para Sahabat dan para pengikut mereka yang setia. Sebab Allah telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa bukti-bukti dan petunjuk. Allah mewajibkan kepada seluruh manusia untuk beriman kepadanya dan mengikutinya secara lahir maupun batin.”

Demikianlah uraian mengenai hak dan kewajiban yang dapat pemakalah hadirkan bagi para pembaca yang budiman, semoga kiranya dapat bermanfaat dan bisa di pahami oleh kita semua umumnya dan bagi pemakalah khususnya. Setelah kita dapat mengetahui makna dari hak dan kewajiban, pemakalah akan melanjutkan uraian selanjutnya yaitu, mengenai;

Pengertian hak dan kewajiban seorang hamba terhadap Rabb-nya

Dari sahabat Muadz bin Jabbal, aku membonceng di belakang Rasulullah di atas keledai, Rasulullah berkata, Ya Muadz, tahukah engkau apa haknya Allah terhadap hamba-Nya, dan apa haknya hamba terhadap Allah (tatkala hamba sudah menunaikan haknya Allah) ?, jawab Muadz, Wallahu ta’ala a’lam. Jawab Rasullah, Hak Allah terhadap hamba-Nya (kewajiban hamba terhadap Allah) yaitu agar mereka hanya menyembah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya sedikitpun dalam beribadah. Dan haknya hamba terhadap Allah (Apa yang Allah balas tatkala hamba sudah mengerjakan kewajibannya terhadap Allah) yaitu Allah tidak akan mengadzab mereka yang tidak menyekutukan Allah sedikitpun. Kemudian Muadz berkata kepada Rasulullah, Ya Rasulullah, Apakah boleh aku sampaikan kabar gembira kepada untuk manusia ?, Jawab Rasulullah, Jangan engkau kabarkan, karena manusia akan meninggalkan berlomba-lomba memperbanyak amalan. (HR Bukhari Muslim)

Hak yang dimaksud disini adalah, apa yang harus dilakukan hamba terhadap Allah, apa kewajiban hamba yang merupakan hak Allah. Dan apapula yang menjadi balasan yang pasti Allah berikan kepada hamba tatkala hamba sudah menunaikan haknya Allah yaitu untuk beribadah kepada Allah semata dan tidak syirik.

Dan bukan berarti hamba mewajibkan sesuatu terhadap Allah, karena tidak ada sesuatupun yang dapat memaksa Allah. Akan tetapi yang dimaksud hak hamba terhadap Allah adalah Allah yang telah menjanjikan terhadap hambanya dan Allah mewajibkan terhadap diri-Nya sendiri untuk memberikan hak hamba yang sudah menunaikan kewajibannya

Sekurang kurangnya Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya, Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal seperti ini mengakar dalam diri setiap muslim, maka akan terimplementasikan dalam realita bahwa Allah lah yang pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak.

Namun dengan demikian tidaklah menjadi alasan bahwa Allah SWT butuh disembah dan diagungkan oleh makhlukNya, bagi Allah baik manusia mau menyembahNya ataupun tidak, maka tidak akan mengurangi kebesaran dan kemuliaanNya. Hanya saja sudah seharusnya manusia, sebagai ciptaan Allah, menunjukkan akhlak yang baik kepadaNya.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “ ‘Abdullah (hamba Allah) adalah orang yang ridho terhadap apa yang Allah ridhoi, murka terhadap apa yang Allah murkai, cinta terhadap apa yang Allah dan Rasul-nya cintai serta benci terhadap apa yang Allah dan Rasul-Nya benci. Hamba Allah adalah hamba yang senantiasa menolong wali Allah (kekasih Allah dari orang beriman) dan membenci musuh Allah Ta’ala (dari orang kafir). Inilah tanda sempurnanya iman.”

Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدْ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

“Barangsiapa yang cinta dan benci karena Allah serta memberi dan enggan memberi karena Allah, maka telah sempurnalah imannya.”

Beliau juga bersabda,

أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْحُبُّ فِي اللَّهِ ؛ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ

“Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta dan benci karena Allah.”

Hamba Allah adalah hamba yang senantiasa mengabdikan diri pada Tuhannya. Hamba Allah adalah hamba yang selalu merasakan kehadiran Penciptanya di manapun dia berada. Hamba Allah adalah hamba yang dengan setia melayani, senantiasa memohon pertolongan, ampunan, dan bimbingan, hanya kepada Allah dengan hati yang ridho, sebagaimana firmannya dalam surat al-baqoroh ayat 5, yang artinya: “Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan”.

Bagi hamba Allah, apapun yang terjadi, baik terhadap dirinya, hartanya, keluarganya, kedudukannya, jabatannya, harus senantiasa ikhlas, karena apa yang terjadi itu hakikatnya adalah antara dirinya dengan Sang Pencipta. Bagaimanapun perlakuan orang lain, sekalipun menyakitkan, bagi hamba Allah itu adalah pemberian yang indah dari Sang Penguasa. Dengan demikian tidak perlu sakit hati, marah atau dendam pada sesama, karena semua itu terjadi semata-mata antara dirinya dengan Allah. Orang lain dan semua yang ada, hanyalah hiasan semata, untuk menguji apakah dirinya tetap konsisten pada tujuannya atau tidak. Hamba Allah senantiasa sabar dalam menerima cobaan dan ujian, semuanya dikembalikan kepada Allah dengan mengharap ridlo-Nya, sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Huud ayat 11, yang artinya:

“Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana) dan mengerjakan amal sholeh, mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”.

Adapun etika atau akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT adalah merealisasikan segala ibadah kepada Allah SWT. Baik ibadah yang bersifat mahdhah, ataupun ibadah yang ghairu mahdhah. Karena pada hakekatnya, seluruh aktiivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah berberfirman:

Artinya: “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Ad-Dzariyat : 56).

Oleh karenanya, segala aktivitas, gerak gerik, kehidupan sosial dan lain sebagainya merupakan ibadah yang dilakukan seorang muslim terhadap Allah. Sehingga ibadah tidak hanya yang memiliki skup mahdhah saja, seperti shalat, puasa haji dan sebagainya. Perealisasian ibadah yang paling penting untuk dilakukan pada saat ini adalah beraktivitas dalam rangkaian tujuan untuk dapat menerakpak hokum Allah di muka bumi ini. Sehingga Islam menjadi pedoman hidup yang direalisasikan oleh masyarakat Islam pada khususnya dan juga oleh masyarakat dunia pada umumnya.

Dan bentuk penghambaan berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayat, yang merupakan firman-firman Nya. Seseeorang yang mencintai sesuatu, tentulah ia akan banyak dan sering menyebutnya. Demikian juga dengan mukmin, yang mencintai Allah SWT, tentulah ia akan selalu menyebut nyebut Asma-Nya dan juga senantiasa akan membaca firman-firman-Nya. Apalagi menakala kita mengetahui keutamaan membaca Al-Qur’an yang dmikian besxarnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengatakan kepada kita: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu dapat memberikan syafaat di hari kiamat kepada para pembacanya.” (HR. Muslim).

Taat Terhadap Perintah-Perintah-Nya

Selanjutnya yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya. Allah berfirman (QS. 4 : 65):

Ÿxsù y7În/u‘ur Ÿw šcqãYÏB÷sム4Ó®Lym x8qßJÅj3ysム$yJŠÏù tyfx© óOßgoY÷t/ §NèO Ÿw (#r߉Ågs† þ’Îû öNÎhÅ¡àÿRr& %[`tym $£JÏiB |MøŠŸÒs% (#qßJÏk=|¡ç„ur $VJŠÎ=ó¡n@ ÇÏÎÈ

Artinya: “Maka demi Rab-mu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemdian mrekea tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap ptutusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”

Dan bentuk penghambaan selanjutnya yaitu taat kepada Allah, karena ketaatan terhadap-Nya merupakan konsekwensi keimanan seorang muslim kepada Allah SWT. Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakan salah satu indikasi tidak adanya keimanan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menguatkan makna ayat di atas dengan bersabda yang artinya: “Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga hawa nafsunya (keinginannya) mengikuti apa yang telah datang dariku (Al-Qur’an dan sunnah).” (HR. Abi Ashim al-syaibani).

Larangan Menyekutukan Allah

Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah lah Tuhan yang patut disembah, dan hanya Allah lah Tuhan yang pantas diagungkan, oleh karena itu tidak ada alasan apapun bagi manusia untuk menyekutukanNya. Adapun amal manusia seharusnya hanya ditujukan untuk Allah SWT. sehingga manusia harus membuang jauh-jauh riya’ (menampakkan amal/beramal agar dilihat oleh orang lain).

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An-Nisa’:116)[2]

Penafsiran dari ayat ini adalah :

Allah tidak akan mengampuni dosa oarng yang mengakui adanya tuhan lain selain allah atau menyembah selain allah, tetapi dia mengampuni dosa lainnya. Dari ayat ini dipahami ada dua macam dosa, yaitu:

Dosa yang tidak diampuni aleh allah, dosa syirik
Dosa yang dapat diampuni allah, dosa selain syirik.

Jika seseorang mensyarikatkan allah, berarti didalam hatinya tidak ada pengakuan tentang keesaan allah. Karena itu hubungan nya dengan allah yang maha kuasa, yang maha penolong, maha pengasih lagi maha penyayang telah terputus : ini berarti tidak adalagi baginya penolong, pelindung, pemelihara, aseakan-akan dirinya telah lepas dari tuhan yang maha esa. Ia telah sesaat dan jauh menyimpang dari ajaran yang lurus yang diridhai allah, maka ustahil baginya mendekatkan diri kepada allah. Maka mustahil dirinya mendekatkandir kepada allah.

Seandainya di dalam hati dan jiwa seseorang telah tumbuh syirik berarti hati dan jiwanya telah dihinggapi penyakit yang paling parah; tidak ada obat yang dapat menyembuhkannya. Segala macam betuk kebenaran dan kebaikan yang ada pada orang itu tidak akan sanggup mengimbangi, apalagi menghapuskan kejahatan dan kerusakanyang ditimbulkan oleh syirik itu.

Hati orang musyrik tidak berhubungan lagi dengan allah, tetapi terpakut dengan hawa nafsu, loba dantamak kepada harta benda yang tidak akan dapat menolongnya sedikitpun. Itulah sebabnya allah menegaskan bahwa dosa syirik itu amat besar dantidak akan diampuninya.

Seandainya hati dan jiwa seseorang bersih dari syirik, atau ada cahaya iman di dalam nya, sekalipun ia telah mengerjakan dosa, hati nya akan ditumbuhi iman dan datang kepadanya petunjuk, maka ia akan bertobat, karena cahaya iman yang ada didalam hatinya dapat bersinar kembali, karena itulah allah akna mengampuni dosanya karena bukan dosa syirik. An-nisa 48 telah menjelaskan bahwa allah tidak akan mengampuni dosa syirik, tetapi akan mengampuni dosa selain dosa itu. Pengulangan pernyataan itu adalah untuk menegaskan kepada oaring yang beriman agaear mereka dapatmenjauhi syirik. Hendaklah mereka memupuk tauhid didlam hati mereka, karena tauhid adalah dasar agama.

Balasan Allah terhadap hamba-Nya

Sesungguhnya balasan Allah terhadap semua hamba-Nya itu tergantung pada semua amal baiknya, dan buruknya, selama hidup di dunia. Dalam artian akan memberi rahmat bagi yang berbuat baik dan memberi adzab bagi orang yang selama hidupnya berbuat yang tidak baik (dosa).

Abu Dzar ra., ia berkata: Rasulullah SAW. Bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Siapa saja yang mengerjakan satu kebaikan, ia akan dibalas dengan sepuluh kali lipat atau lebih, dan siapa saja yang mengerjakan satu kejahatan, ia dibalas dengan satu kejahatan atau Aku mengampuninya. Siapa saja yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Siapa saja yang mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Siapa saja yang dating kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. Dan siap saja yang menghadap kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi banyaknya, sedangkan ia tidak menyekutukan Aku dengan sesuatupun, maka Sebagai hamba Allâh Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir.

Allâh Ta’ala berfirman:

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya),dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)

Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:

“(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”.

BAB III

KESIMPULAN

Sudah menjadi kewajiban seorang Muslim memiliki dua kesadaran, kesadaran sebagai hamba Allah Ta’ala dan kesadaran sebagai umat Muhammad Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam , Jika kesadaran itu hilang dari jiwa seorang Mukmin maka tindakan dan amalan akan ngawur dan sembrono yang mengakibatkan Allah Ta’ala tidak akan memberi ganjaran apapun yang didapat hanyalah siksa.

Kesadaran pertama, kesadaran kita sebagai hamba Allah Ta’ala yang kita tampakkan dalam setiap aktifitas sehari-hari dalam bahasa agamanya disebut (إِظْهَاُر الْعُبُوْدِيَّةِ) Sebagai misal menampakkan kehambaan kepada Allah.

Kesadaran kedua Kesadaran sebagai umat rasul, adalah menyadari bahwa amalan-amalan kita akan diterima oleh Allah Ta’ala dengan syarat sesuai sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam . Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan konsekuensi mengenal Rasul adalah menerima segala perintahnya bahwa mempercayai apa yang diberitakannya, mematuhi perintahnya, menjahui segala larangn-nya, menetapkan perkara dengan syariat dan ridha dengan putusannya.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen agama, al-Qur’an dan Tafsirnya ( Jakarta: Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an, 1990).

Tafsir al-Qur-an al-Karim ( Bandung: : Pustaka Hidayah, 1997)

Tafsir Ibnu Katsir, (Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1992)

Hadits Web: http://opi110mb.com/

http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com

[1] HADITS SAHIH al- jamius shaih bukhari muslim, khusain bahreisj,hal.26,CV.karya utama,surabya.

[2] Al-Qur’an dan tafsiran-nya jilid ll juz 4-5-6,kementriaan agana RI,cet.2010,hal.268,LENTERA ABADI,jajkarta.

%d blogger menyukai ini: